TRIBUNSHOPPINGCOM - Semir sepatu adalah produk konsumen yang digunakan untuk menggosok, membuat tahan air, dan membuat penampilan sepatu jadi lebih baik.. Dengan menggunakan semir sepatu, diharapkan memperpanjang daya tahan alas kaki. Selain bahan jadi awet dan tahan lama, menyemir sepatu juga bisa membuat model sepatu tampak lebih baru dan mengilap.
Kualitasfitur untuk membuat sepatu rem yang diberikan oleh pemasok dan produsen bersertifikat di seluruh dunia. Kunjungi situs web untuk membeli mesin untuk membuat sepatu rem berkualitas tinggi.
Padarem tromol, kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol yang berputar besama dengan roda. Rem tromol mempunyai keuntungan dibandingkan dengan tipe rem cakram, yaitu adanya self energizing effect yang memperkuat daya pengereman, hanya saja konstruksinya agak rumit dan tertutup sehingga radiasi
Sepaturem dikatakan sepatu leading yaitu karena gaya pengeremannya lebih besar karena mendapatkan self energizing effect. Pada sepatu rem terdapat kanvas rem, kanvas rem merupakan bagian yang bergesekkan dengan tromol. Wheel cylinder Wheel cylinder atau silinder roda terletak di dalam tromol dan terpasang di backing plate.
. Sistem rem berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan atau untuk menghentikan laju kendaraan. Selain itu, rem berfungsi untuk parkir kendaraan pada tempat yang tidak rata. Rem tromol drum brake merupakan salah satu tipe dari sistem rem. Rem tromol terdiri dari beberapa komponen, komponen-kompenen rem tromol sendiri antara lain terdiri dari backing plate, sepatu dan kampas rem, pegas pengembali serta tromol rem. Komponen backing plate pada sistem rem tromol terbuat dari bahan baja press yang diikat dengan axle housing atau axle carrier pada bagian belakang. Backing plate sendiri berfungsi sebagai tumpuan untuk menahan putaran dari tromol serta sebagai dudukan dari silinder roda, sepatu rem dan pegas pengembali. Komponen sepatu rem pada sistem rem berfungsi untuk menahan putaran tromol melalui gesekan atau lebih mudahnya untuk menekan tromol agar putarannya melambat atau berhenti. Permukaan pada sepatu rem yang bersinggungan dengan tromol disebut dengan kampas rem. Kampas rem dipasang pada sepatu rem dengan cara dikeling pada kendaraan yang besar atau dilem pada kendaraan yang kecil. Komponen pegas pengembali pada sistem rem berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem pada posisi awal semula setelah tekanan pada silinder roda turun saat pengemudi melepas pedal rem. Komponen tromol rem pada sistem rem terbuat dari bahan besi tuang, pada sisi dalam tromol merupakan bisang gesek dengan kampas rem saat rem bekerja pedal rem ditekan. Tromol rem ini ikut berputar ketika roda berputar. Ketika terjadi gesekan antara tromol dengan kampas saat mengerem maka akan menimbulkan panas. Ketika hal tersebut dilakukan berkali-kali maka tromol akan panas dan mengalami pemuaian sehingga diameter dalam tromol menjadi besar. Ketika diameter dalam tromol membesar maka celah sepatu rem juga akan mebesar sehingga gaya pengereman cenderung berkurang, hal ini disebut dengan effect fading yang merupakan salah satu kelemahan dari rem tromol. Cara kerja rem tromol Tromol rem ikut berputar dengan roda dan didalam tromol terdapat sepatu rem, kampas rem dan pegas pengembali. Saat pedal rem tidak ditekan maka akan ada celah gap antara kampas rem dengan tromol rem. Tetapi ketika pedal rem ditekan maka kampas rem akan menekan tromol rem yang mengakibatkan gaya putar tromol menjadi menurun atau berhenti. Cara kerja dari sistem rem tromol adalah ketika pedal rem ditekan maka tenaga tekan tersebut akan disalurkan ke sepatu rem baik melalui link atau cairan minyak rem sehingga sepatu rem akan menekan rem tromol. Pada sistem rem hidrolik, ketika pedal rem ditekan maka tekanan ini akan diteruskan ke master silinder untuk menambah gaya tekan kemudian disalurkan ke silinder roda. Pada silinder roda terdapat piston, ketika mendapatkan gaya maka piston akan mengembang keluar dan akan menekan sepatu rem sehingga kampas rem yang ada diujung sepatu rem akan menekan tromol. Tipe-tipe rem tromol Tipe leading and trailing Pada tipe leading and trailing terdapat satu silinder roda dengan dua piston yang akan mendorong bagiang atas sepatu rem. Pada sepatu leading akan mengalami keausan yang lebih cepat dari pada sepatu trailing. Sepatu leading adalah sepatu yang mendapatkan gaya tambahan pengereman self enegizing effect sedangkan sepatu yang tidak mendapatkan gaya tembahan pengereman ini disebut dengan sepatu trailing. Self enegizing effect didapatkan karena pengaruh dari gaya putar tromol. Perhatikan gambar dibawah ini Bila tromol berputar ke arah kiri maka sepatu rem yang mendapatkan gaya self energizing effect adalah sepatu rem sebelah kiri karena sepatu rem yang yang kiri mendapatkan gaya tambahan putaran dari tromol. Sedangkan bila tromol berputar ke arah kanan maka sepatu rem yang mendapatkan gaya self energizing effect adalah sepatu rem sebelah kanan karena sepatu rem yang yang kanan mendapatkan gaya tambahan putaran dari tromol. Tipe two leading single action Pada tipe two leading single action ini memiliki dua buah silinder roda yang masing-masing silinder roda memiliki satu buah piston. Keuntungan pada tipe rem ini ketika kendaraan maju maka saat pengereman kedua sepatu rem ini menjadi sepatu leading sehingga gaya pengeremannya akan lebih besar. Sedangkan kerugiannya adalah saat kendaraan mundur dan dilakukan pengereman maka kedua sepatu rem ini menjadi sepatu trailing sehingga saat mundur gaya pengeremannya menjadi kecil. Tipe two leading double action Pada tipe two leading double action ini memiliki dua buah silinder yang masing-masing silinder rodanya memiliki dua buah piston. Pada tipe ini gaya pengeremannya lebih baik dari pada tipe yang single action, karena baik pada saat maju atau mundur kedua sepatu rem tetap akan menjadi sepatu leading sehingga baik saat maju atau mundur gaya pengeremannya akan baik. Tipe uni servo Pada tipe uni servo ini memiliki satu silinder roda dan hanya memiliki satu piston. Pada bagian bawah sepatu rem terdapat adjusting cylinder movement bagian bawahnya bebas. Keuntungan pada sistem ini pada saat kendaraan maju kedua sepatu rem akan menjadi sepatu leading karena ketika piston menekan sepatu rem bagian atas maka ketika bagian atas sudah menempel pada tromol, kemudian tenaga tekan tersebut akan disalurkan ke adjusting cylinder movement pada bagian bawah. Sehingga adjusting cylinder movement akan menekan sepatu rem satunya pada bagian bawah. Kerugian pada tipe ini adalah ketika kendaraan mundur maka kedua sepatu rem ini akan menjadi sepatu trailing. Tipe duo servo Pada tipe duo servo ini memiliki satu silinder roda dan memiliki dua piston. Pada bagian bawah sepatu rem terdapat adjusting cylinder movement bagian bawahnya bebas. Keuntungan pada sistem ini pada saat kendaraan maju atau mundur kedua sepatu rem akan menjadi sepatu leading.
1. Salah satu fungsi dari sistem rem pada kendaraan adalah ... a. Untuk memungkinkan kendaraan mundur b. Memungkinkan kendaraan untuk parkir ditempat yang tidak rata c. Menyerap guncangan dari permukaan jalan d. Mengatur kecepatan dan momen kendaraan e. Mempercepat laju kendaraan 2. Prinsip kerja sistem rem yaitu merubah energi ... menjadi energi ... a. Energi panas menjadi energi gerak b. Energi gerak menjadi energi listrik c. Energi gerak menjadi energi panas d. Energi panas menjadi energi kimia e. Energi kimia menjadi energi panas 3. Tipe rem tromol yang saat kendaraan maju kedua sepatu menjadi leading dan ketika kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing adalah ... a. Rem tromol tipe two leading b. Rem tromol tipe leading and trailing c. Rem tromol tipe duo servo d. Rem tromol tipe dual two leading e. Rem tromol tipe floating 4. Perhatikan gambar di bawah ini ... Pada gambar di atas menunjukkan rem tromol tipe ... a. Tipe leading and trailing b. Two leading c. Dual two leading d. Uni servo e. Anchor pin 5. Di bawah ini merupakan komponen-komponen rem tromol, kecuali ... a. Tromol b. Silinder roda c. Master silinder d. Kanvas rem e. Pad rem 6. Perhatikan gambar di bawah ini Gambar di atas merupakan komponen ... a. Silinder roda b. Kanvas rem c. Master silinder d. Backing plate e. Brake shoe 7. Sepatu rem yang mendapatkan self energizing effect dinamakan sepatu ... a. Sepatu trailing b. Sepatu leading c. Sepatu energizing effect d. Sepatu tromol e. Sepatu sekunder 8. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar di atas adalah rem tromol tipe ... a. Two leading b. Dual two leading c. Leading and trailing d. Anchor pin e. Duo servo 9. Pada sistem rem hidrolik, prinsip dasar rem hidrolik berdasarkan hukum ... a. Bernauli b. Newton 1 c. Newton 3 d. Pascal e. Fleming 10. Perhatikan gambar di bawah ini Untuk menghitung gaya pada F2 dapat menggunakan rumus ... a. F2 = F1 x A/B b. F2 = F1 x B/A c. F2 = F1/A x B d. F2 = F1 x A-B e. F2 = F1 x B-A 11. Berapa gaya F2 pada gambar di bawah ini ... a. 1500 b. 300 c. 500 d. 1000 e. 100 12. Berapa gaya F2 pada gambar di bawah ini ... a. 100 b. 1000 c. 4000 d. 800 e. 200 13. Salah satu komponen pada rem cakram adalah ... a. Tromol b. Sepatu rem c. Silinder roda d. Backing plate e. Kaliper 14. Bagian dari sistem rem tromol yang berfungsi menekan sepatu rem untuk menghasilkan proses pengereman yaitu ... a. Piston pada master silinder b. Piston pada kaliper c. Piston pada silinder roda d. Kanvas rem e. Pad rem 15. Perhatikan gambar dibawah ini Pada gambar di atas menunjukkan rem cakram tipe ... a. Fixed caliper b. Floating caliper c. Uni servo d. Anchor pin e. Duo servo 16. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar diatas menunjukkan langkah pemeriksaan ... a. Run out piringan b. Ketebalan piringan c. Kondisi keausan piringan d. Pemeriksaan jarak singgung piringan e. Pemeriksaan permukaan piringan 17. Komponen pada sistem rem yang berfungsi sebagai tempat pembuangan udara pada sistem adalah ... a. Backing plate b. Piston c. Silinder roda d. Baut nepel e. Reservoir 18. Komponen pada sistem rem tromol yang berhubungan langsung dengan tromol dan digunakan untuk mengurangi kecepatan kendaraan yaitu ... a. Silinder roda b. Kanvas rem c. Piston d. Master silinder e. Pedal rem 19. Komponen tambahan pada sistem rem yang berfungsi untuk meringankan pengemudi saat menginjak rem adalah ... a. Push rod b. Engine brake c. Booster rem d. ABS e. LSD 20. Sistem ABS pada sistem rem merupakan kepanjangan dari ... a. Automotive Brake System b. Automotive Brake Shoe c. Anti-Lock Brake System d. Anti Brake System e. Anti-Lock Brake Shoe 21. Seal yang terdapat pada silinder roda berfungsi untuk ... a. Mencegah kebocoran cairan rem b. Memperingan pengereman c. Mencegah terjadinya karat d. Menekan sepatu rem e. Menekan piston 22. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar di atas merupakan tuas rem parkir tipe ... a. Lever type b. Pedal type c. Stick type d. Central type e. Lock type 23. Langkah bleeding rem dilakukan ketika ... a. Sistem rem macet b. Setelah penggantian kanvas rem c. Kendaraan tertarik ke salah satu arah d. Pengereman yang lambat e. Adanya udara pada sistem rem 24. Komponen pada sistem rem tromol yang berfungsi mengembalikan sepatu rem pada posisi semula ketika pedal rem dilepas yaitu ... a. Silinder roda b. Pegas pembalik sepatu rem c. Pegas pengunci sepatu rem d. Master silinder e. Pedal rem 25. Pada master silinder yang terdapat dua piston di dalamnya merupakan master silinder tipe ... a. Tipe tandem b. Tipe single c. Tipe bypass d. Tipe ports e. Tipe reservoir 26. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar di atas menunjukkan pemeriksaan ... a. Permukaan singgung sepatu rem dengan tromol b. Diameter tromol c. Kondisi sepatu rem d. Kondisi tromol rem e. Keausan kanvas rem 27. Saat melakukan bleeding sistem rem, roda pertama yang di bleeding adalah roda ... a. Roda yang paling dekat dengan master silinder b. Roda yang paling dekat dengan pedal rem c. Roda yang dekat dengan katup pembagi d. Roda yang paling jauh dari katup pembagi e. Roda yang paling jauh dari master silinder 28. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar diatas nilai gaya pada F3 adalah ... a. 300 b. 100 c. 200 d. 500 e. 700 29. Pada gambar no 28, nilai luas penampang dari A4 adalah ... a. 5 cm2 b. 15 cm2 c. 20 cm2 d. 25 cm2 e. 30 cm2 30. Pada gambar no 28. Nilai gaya dari F5 adalah ... a. 50 b. 100 c. 150 d. 200 e. 250 Jawaban Soal dapat dilihat DISINI
Rem tromol merupakan salah satu tipe rem pada kendaraan. Pada kendaraan mobil pada umumnya menggunakan sistem rem hidrolik yaitu dengan memanfaatkan tekanan hidrolik untuk membantu menekan kanvas rem. Rem tromol sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, tipe-tipe rem tromol antara lain tipe leading and trailing, tipe two leading, double two leading, uni servo, duo servo, anchor pin. Pada tipe-tipe rem tersebut, hampir semuanya memiliki komponen-komponen yang sama. Komponen-komponen pada rem tromol sendiri antara lain Drum brake Drum brake atau tromol rem merupakan bagian yang berputar bersama-sama dengan roda. Tromol rem berbentuk lingkaran tabung dan konsentris dengan poros. Jika tromol rem tidak lingkaran sempurna dan nonkonsentris dengan poros maka ketika pedal rem diinjak maka akan terasa bergetar. Bidang gesek pada tromol rem terletak pada bagian permukaan dalam tromol, bila bidang gesek ini mengalami keausan atau terbentuk alur goresan yang diakibatkan gesekan maka dapat menyebabkan koefisien gesek rem akan berkurang. Oleh sebab itu, bila terdapat bagian goresan maka tromol rem harus di amplas atau dibubut pembubutan jangan melebihi spesifikasi diameter maksimal tromol. Tromol rem juga harus dapat menyerap dan menghilangkan panas yang timbul akibat gesekan. Brake shoe Brake shoe atau septu rem yang berfungsi untuk menekan tromol rem sehingga terjadi proses pengereman. Sepatu rem pada rem tromol berjumlah dua buah dan terpasang di backing plate dan dikunci oleh pegas pemegang sepatu rem. Karena sepatu rem terpasang pada backing plate, maka sepatu rem tidak akan ikut berputar bersama-sama dengan roda Terdapat dua tipe sepatu rem yaitu sepatu rem leading dan sepatu rem trailing. Ada rem tromol yang memiliki satu sepatu leading dan satu sepatu trailing dan ada yang keduanya sepatu leading saat kendaaran maju dan akan berubah menjadi sepatu trailing ketika kendaraan mundur, atau ada yang saat maju ataupun mundur kedua sepatu rem adalah leading. Hal ini tersebut tergantung dari tipe-tipe rem yang digunakan. Sepatu rem dikatakan sepatu leading yaitu karena gaya pengeremannya lebih besar karena mendapatkan self energizing effect. Pada sepatu rem terdapat kanvas rem, kanvas rem merupakan bagian yang bergesekkan dengan tromol. Wheel cylinder Wheel cylinder atau silinder roda terletak di dalam tromol dan terpasang di backing plate. Silinder roda berfungsi untuk menerima tekanan hidrolik dari master silinder yang kemudian tekanan tersebut digunakan untuk menekan sepatu rem agar terjadi proses pengereman. Didalam silinder roda terdapat piston, piston inilah yang berfungsi untuk menerima tekanan dan kemudian digunakan untuk menekan sepatu rem. Jumlah piston pada silinder roda tergantung dari tipe rem yang digunakan. Ada yang satu silinder roda terdapat satu buah piston tipe single piston dan ada yang satu silinder roda terdapat dua buah piston tipe double piston. Anchor Anchor merupakan bagian dari sistem rem tromol yang terpasang pada backing plate dan menjadi tumpuan dari sepatu rem. Backing plate Backing plate berfungsi sebagai landasan pada sistem rem tromol, dimana silinder roda, sepatu rem, anchor, pengas pemegang sepatu rem, terpasang di backing plate. Backing plate merupakan plat berbentuk lingkaran yang terpasang pada rumah poros dan tidak ikut berputar bersama-sama dengan roda. Pegas pemegang sepatu rem Pegas pemegang sepatu rem berfungsi untuk menahan sepatu rem agar tetap berada pada posisinya. Pegas pemegang sepatu rem ini memegang sepatu rem terhadap backing plate. Terdapat dua tipe pegas pemegang sepatu rem yang digunakan yaitu tipe coil spring dan tipe clip spring Pegas pengembali sepatu rem Pegas pengembali sepatu rem merupakan pegas tipe coil spring yang menghubungkan antara sepatu rem dengan dudukan stasionernya atau dari sepatu rem ke sepatu rem lainnya. Pegas pengembali sepatu rem berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi semula setelah pedal rem dilepas. Anti-rattle spring Anti-rattle spring atau pegas anti betar yang digunakan pada rem tromol berfungsi untuk mengurangi getaran dan suara mengeklik. Caranya yaitu dengan memberikan sedikit tegangan pegas diantara dua bagian. Tegangan ini akan menghilangkan kelonggaran yang terjadi dan akan menjaga dari kekocakkan komponen antara satu dengan lainnya. Unit penyetel Hampir semua tipe rem tromol menggunakan unit penyetel adjuster berbentuk roda bintang bergerigi. Unit penyetel ini berfungsi untuk menyetel celah sepatu rem dengan tromol.
sepatu rem yang mendapatkan self energizing effect dinamakan sepatu